- Advertisement -spot_img
30.6 C
Palembang
More
    HomeHealthAlasan Dibalik Mengapa Covid-19 Varian Delta Lebih Cepat Menyebar

    Alasan Dibalik Mengapa Covid-19 Varian Delta Lebih Cepat Menyebar

    - Advertisement -spot_img

    Dilansir pada halaman berita kompas.com, Penelitian terbaru oleh para ahli epidemologi Jing Lu di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Guangdong di Guangzhou, China telah membuktikan bahwa Covid-19 varian delta lebih berbahaya karena viral load yang jauh lebih tinggi, dan masa inkubasi yang sangat singkat.

    Disebutkan, viral load orang yang terinfeksi varian delta ini menginjak angka hingga 1.260 kali lebih tinggi dibandingkan orang yang terinfeksi virus Corona “asli”. Selain itu, orang yang terdeteksi varian Delta ini dapat diketahui empat hari setelah terpapar. Durasi ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata enam hari di antara orang dengan varian Covid-19 pertama.  Hal ini berarti, virus varian Delta bereplikasi jauh lebih cepat dibandingkan jenis yang pertama.

    Pada laman berita kompas.com ini juga menjabarkan hasil penelitian yang melakukan pengamatan harian pada pasien yang terinfeksi untuk melihat pola perubahan dari waktu ke waktu. Kemudian para peneliti membandingkan pola infeksi peserta dengan 63 orang yang tertular virus SARS-CoV-2 asli pada tahun 2020. Penelitian ini menemukan jawaban dari mengapa varian delta menjadi lebih berbahaya dan mudah menyebar. Hal ini disebabkan, orang terinfeksi virus ini menghasilkan lebih banyak virus.

    Aspek lainnya mengapa varian ini menyebar dengan cepat yaitu akibat masa inkubasi yang singkat membuat pelacakan kontak orang terinfeksi lebih sulit di negara-negara, seperti China, yang secara sistematis melacak kontak setiap orang yang terinfeksi dan mengharuskan mereka untuk karantina.

    Peneliti genetika yang dilakukan Emma Hodcroft di University of Bern, Swiss juga menyetujui mekanisme tersebut. Ia menduga bahwa perkiraan perbedaan yang tepat dalam viral load antara Delta dan strain asli cenderung akan berubah karena banyak ilmuwan yang mempelajari virus di berbagai populasi.

    Namun hingga saat ini belum ditemukan jawaban apakah varian Delta ini dapat menyebabkan gejala yang jauh lebih parah dan seberapa besar kemahiran varian ini  untuk menghindari sistem kekebalan tubuh manusia.

    Peneliti berpendapat bahwa data dikumpulkan akan dapat lebih banyak lagi apabila penelitian dilakukan pada pengamatan yang lebih mendalam pada populasi orang yang terinfeksi Delta, dan varian lain yang lebih luas dan beragam.

    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img
    Stay Connected
    15,827FollowersFollow
    Must Read
    Related News
    - Advertisement -spot_img

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here