- Advertisement -spot_img
25.1 C
Palembang
More
    HomeNewsNasi Kotak Beracun, PSI Minta Maaf ke Warga Koja

    Nasi Kotak Beracun, PSI Minta Maaf ke Warga Koja

    - Advertisement -spot_img

    Kejadian tak terduga terjadi pada hari Minggu (24/10) di Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, beberapa warga keracuanan sampai dibawa ke rumah sakit. Diduga warga Koja keracunan nasi kotak yang diberikan oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pada Selasa (26/10) setidaknya total ada 35 orang warga yang menjadi korban keracunan nasi kotak ini, korban yang keracunan bukan hanya orang tua, tetapi juga anak-anak.

    Dilansir dari Suara.com, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memang memiliki program bernama “Rice Box PSI” yang sudah digerakkan sejak April 2021. Lebih dari 300 ribu makanan siap santap sudah dibagikan di seluruh wilayah Indonesia dan tidak ada masalah. Program “Rice Box PSI” ini bertujuan untuk membantu warung makanan dan usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM kuliner yang terdampak oleh pandemi Covid-19 sebagai penyedia makanan.

    “Partai Solidaritas Indonesia tidak memasak makanan yang dibagikan. Kami hanya menyalurkan kepada masyarakat dan menghimpun dukungan program ini (Rice box PSI) dari publik. Kami tetap berpikir positif bahwa kejadian ini murni karena kelalaian saja, bukan adanya unsur kesengajaan dan kami menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.” Ujar Darma.

    Atas kejadian ini, Ketua DPD PSI Jakarta Utara, Darma Utama, meminta maaf kepada warga Koja dan menjanjikan akan memberikan santunan kepada korban keracunan.

    “Kami memohon maaf kepada warga Koja atas terjadinya hal-hal yang kita bersama tidak harapkan. Kami akan memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban keracunan makanan,” Jelas Darma.

    Saat ini kepolisian Koja sedang menyelidiki sampel nasi kotak yang dibagikan oleh kader PSI kepada masyarakat Koja. Kepala Polsek Koja, Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Rasyid, mengatakan bahwa sampel nasi kotak yang berisikan sayur buncis, telur dan tempe orek sudah dibawa ke laboratorium Polri wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat sebagai bahan penyelidikan.

    “Kami belum memeriksa sanksi-sanksi, ketika hasil laboratorium sudah diketahui hasilnya, misalnya beracun, akan dicari tahu jenis racunnya. Itu kan biar ketika pemeriksaan tidak ngada-ngada lagi.”Jelas Rasyid.

    Di lain pihak, Pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta, Norman Lianto, mengaku partainya akan mengikuti proses hukum yang berjalan. Ia mengatakan bahwa divisi hukum PSI Jakarta sedang melakukan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). Selain itu, pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, meminta kader PSI Jakarta 24 jam berada di Rumah Sakit Koja untuk bersiaga menjaga keadaan korban. Giring pun menyambangi Rumah Sakit Koja sebagai bentuk rasa tanggung jawab dan simpati terhadap korban yang mengalami mual dan muntah ketika mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan oleh kader PSI Jakarta. Giring berujar bahwa ada 23 warga yang dirawat  di Rumah Sakit Koja, tetapi sudah ada 18 orang yang diperbolehkan pulang, sehingga masih tersisa lima orang yang dirawat.

    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img
    Stay Connected
    16,233FollowersFollow
    Must Read
    Related News
    - Advertisement -spot_img

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here