- Advertisement -spot_img
32.1 C
Palembang
More
    HomeLocal newsPemprov Membebaskan Masyarakat Sumsel dari Denda Pajak Kendaraan Mulai Oktober

    Pemprov Membebaskan Masyarakat Sumsel dari Denda Pajak Kendaraan Mulai Oktober

    - Advertisement -spot_img

    Program pemutihan pajak dengan menghapus denda pajak kendaraan diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Dilansir dari Tribunsumsel.com, ketetapan ini berlaku mulai dari tanggal 1 Oktober – 31 Desember 2021. Hal ini dijelaskan oleh Neng Muhaibah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatra Selatan pada Rabu (29/9/2021). Ia mengungkapkan bahwa pemutihan dilakukan agar dapat membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, di tahun sebelumnya Pemprov Sumsel juga melakukan program yang serupa dan  memperoleh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Sumatra Selatan melebihi target hingga 106,52 persen, dengan rincian sebesar Rp1.004.120.000.000 terealisasi sebesar Rp1.069.603.760.039.

    Tahun ini, Pemprov Sumsel menargetkan untuk memperoleh sebesar Rp3,2 triliun Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perolehan PAD ini didapatkan dari lima sektor, yakni pajak rokok sebesar Rp528 miliar, bea balik nama kendaraan bermotor (BBKNKB) sebesar Rp926,3 miliar, pajak air permukaan (PAP) Rp12 miliar, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar Rp827 miliar dan terakhir pajak kendaraan bermotor (PKB) dengan target Rp958,5 miliar. Hinga 28 September 2021, realisasi target PKB sudah mencapai 75 persen.

    Herman Deru, Gubernur Sumatra Selatan, mengharapkan bahwa dengan berlakunya kebijakan ini sebagai salah satu pendorong perekonomian di Sumatra Selatan untuk pulih kembali setelah dilanda Covid-19. “Agar masyarakat yang tadinya menunggak pajak bisa membayar tepat waktu,” jelasnya. Pembebasan denda pajak kendaraan ini berupa pembebasan biaya saksi administrasi denda bunga pajak kendaraan bermotor, bunga balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) baik berkas ataupun kendaaran dan pembebasan pajak kendaraan bermotor progresif. Pemutihan pajak kendaraan ini berlaku juga untuk kendaraan yang sudah menunggak lebih dari empat tahun.

    Program pemutihan pajak disambut baik oleh masyarakat Sumatra Selatan, salah satunya Yulia yang mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur adanya program ini karena bisa membayar pajak tanpa dikenakan denda.

    “Saya sudah dua tahun nunggak pajak, bersyukur nian tahun ini ado pemutihan jadi lebih ringanlah bayarnyo. Apolagi sekarang kan ekonomi keluargo masih belum stabil, sayang bae duitnyo untuk bayar dendo, pacak dialihke buat beli pampers anak,” ujarnya.

    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img
    Stay Connected
    15,822FollowersFollow
    Must Read
    Related News
    - Advertisement -spot_img

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here