- Advertisement -spot_img
25.1 C
Palembang
More
    HomeWeddingSebelum Buah Hati Hadir, Persiapkan Diri Dahulu untuk Menjadi Orang Tua

    Sebelum Buah Hati Hadir, Persiapkan Diri Dahulu untuk Menjadi Orang Tua

    - Advertisement -spot_img

    Membangun rumah tangga bukan hanya sekdar untuk mencari pasangan hidup semata, tetapi juga untuk mendapatkan keturunan dalam sebuah ikatan yang suci. Kehadiran seorang anak bagi sepasang suami istri adalah pelengkap dan sumber kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga. Oleh karena itu, beberapa pasangan yang sedikit kesulitan mendapatkan anak rela untuk melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan momongan, mulai dari menjalankan tips-tips ringan, hingga melakukan pengobatan yang menelan biaya tidak sedikit. Namun, sebelum menjadi orang tua, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh kedua pasangan. Apa saja persiapannya? Baca selengkapnya ya Sahabat Makna!

    Mempersiapkan Mental

    Berperan sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah karena menjadi orang tua merupakan sebuah pengorbanan yang tulus, tidak diberikan imbalan dalam bentuk materi dan pekerjaan seumur hidup. Sebagai seorang perempuan akan menjadi ibu yang berarti mengandung selama 9 bulan. Proses kehamilan itu tidaklah mudah, akan ada banyak perubahan yang dirasakan oleh calon ibu selama kehamilan, jika tidak siap menjadi ibu maka bisa jadi akan mengalami baby bluse yang parah hingga mengakibatkan depresi. Sebagai laki-laki yang akan menjadi ayah juga harus siap melakukan perubahan karena bukan hanya memberikan perhatian kepada istri saja, tetapi juga ke anak kelak. Ketika anak lahir, akan banyak tantangan yang dihadapi oleh pasangan suami istri, mulai dari waktu tidur yang terkuras, waktu libur yang tidak bisa dinikmati seperti biasanya, hingga waktu berkualitas berdua dengan pasangan. Oleh karena itu, persiapan mental untuk menghadapi perubahan dan tantangan ketika sudah memiliki anak perlu dimiliki oleh pasangan suami istri yang akan menjadi orang tua.

    Mempersiapkan Spiritual dan Moral

    Anak bisa dikatakan sebagai investasi orang tua untuk kehidupan setelah di dunia. Di dalam agama Islam, salah satu amalan yang tidak terputus adalah doa anak yang sholeh dan soleha. Oleh sebab itu, sebagai calon orang tua hendaklah memperdalam ilmu agama agar bisa mengajarkan agama yang baik kepada anak. Mengajarkan agama hendaklah dimulai dari suami yang menjadi imam bagi istri, sehingga istri dapat memberikan pembelajaran agama yang baik kepada anak karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Membentuk anak-anak yang memiliki akhlakul kharimah dimulai dari lingkungan keluarga, yakni orang tua. Pendidikan agama berbanding lurus dengan pendidikan moral karena di dalam ajaran agama pasti terdapat bimbingan moral yang baik. Orang tua adalah role model bagi anak-anak, sehingga apa pun yang orang tua lakukan atau katakana bisa dengan mudah ditiru oleh anak. Jadi, sebelum menjadi orang tua, hendaklah untuk membiasakan diri berkata dan berperilaku yang baik.

    Mempelajari Ilmu Parenting

    Tak bisa dipungkiri, bila menjadi orang tua memang harus selalu belajar. Bahkan sebelum menjadi orang tua pun perlu untuk belajar, salah satunya mempelajari ilmu parenting. Ilmu parenting ini tidak bisa dianggap remeh karena sangat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Mempelajari ilmu parenting bukan hanya tugas seorang calon ibu saja, tetapi calon ayah juga karena dalam pengasuhan dan pendidikan kepada anak merupakan tugas kedua orang tua. Di dalam ilmu parenting banyak hal yang akan dipelajari oleh calon orang tua, misalnya pola asuh anak, pendidikan anak, tumbuh kembang anak dan sebagainya. Calon orang tua dapat mempelajari ilmu parenting dari berbagai macam media, bisa dari buku, artikel, menghadiri seminar atau berkonsultasi langsung dengan ahlinya, misalnya dokter, psikolog atau konselor. Belajar menjadi orang tua tidak akan pernah bisa selesai karena seiring tumbuh kembang anak, orang tua akan selalu belajar bagaimana menjadi orang tua yang ideal sesuai dengan pertumbuhan anak.

    Mempersiapkan Finansial yang Cukup

    Memiliki anak berarti kebutuhan di dalam sebuah keluarga akan semakin bertambah, apalagi kebutuhan anak-anak tidak sedikit dan perlu dipersiapkan untuk jangka panjang, misalnya kebutuhan sehari-hari anak, biaya pendidikan bahkan ansuransi kesehatan. Semakin anak tumbuh maka kebutuhannya juga akan semakin besar. Oleh karena itu, sebagai tulang punggung keluarga, seorang ayah hendaklah semakin giat untuk mencari rezeki yang halal dan seorang istri harus pintar mengatur keuangan keluarga. Bahkan ada beberapa perempuan yang rela untuk bekerja demi memberikan keluarganya, khsusunya anak, kecukupan dan kelayakan dalam segi finansial. Namun, jangan sampai sibuk bekerja seorang ibu melupakan kewajibannya untuk mengurus anak dan rumah tangga.

    Penjelasan di atas bisa menjadi bekal bagi Sahabat Makna yang akan menikah atau sudah menikah, semoga kelak bisa menjadi versi terbaik orang tua bagi anak-anak Sahabat Makna ya!

    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img
    Stay Connected
    16,233FollowersFollow
    Must Read
    Related News
    - Advertisement -spot_img

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here