- Advertisement -spot_img
28.1 C
Palembang
More
    HomeBeauty & FashionSerba Serbi Pernikahan Adat Sunda (part 1)

    Serba Serbi Pernikahan Adat Sunda (part 1)

    - Advertisement -spot_img

    Halo sahabat makna, udah pernah ngeliat acara pernikahan adat sunda belum?
    Gimana? bedakan dari adat – adat yang lain. Yaa iyalaah hehe.

    Nah berikut serangkaian pelaksanaan acara lengkap adat sunda yang sudah dihimpun oleh team makna wedding.

    Foto by Lenza

    1. Neundeun Omong (Menyimpan Janji)
    Neundeun Omong adalah pertama kali nya terjadi pertemuan dimana orang tua calon mempelai laki-laki datang dan menemui orang tua calon mempelai perempuan untuk memastikan bahwasanya calon mempelai perempuan belum menerima lamaran dari orang lain.

    2. Narosan atau Nyeureuhan (Lamaran)
    Untuk melanjutkan Neundeun Omong, prosesi lamaran pun dilaksanakan, pada prosesi ini pihak mempelai laki-laki menyerahkan sirih lengkap beserta uang pengikat sebagai salah satu tanda pihak laki-laki bersedia ikut membiayai pernikahan. Selain itu juga pihak pria menyerahkan cincin meneng/cincin belah rotan sebagai tanda ikatan.

    3. Nyandakeun (seserahan)
    Prosesi berikutnya yang biasa disebut seserahan dimana pihak mempelai laki-laki menyerahkan beberapa perlengkapan untuk pernikahan seperti, uang, sembako, pakaian, perabotan rumah tangga dan lain-lain. Biasanya dalam adat sunda prosesi ini dilakukan tujuh sampai satu hari sebelum hari pernikahan

    4. Ngeuyeuk Seureuh
    Prosesi Ngeuyeuk seureuh dipimpin oleh Pengeuyeuk. Pengeuyeuk mempersilahkan kedua calon pengantin meminta izin dan doa restu dari kedua orang tua dan diiringi lagu kidung oleh pengeuyeuk.
    Calon pengantin akan disawer beras yang berarti makna kehidupan dan di keprak sapu lidi disertai nasihat, kain putih pengeuyeuk pun dibuka.
    Kemudian pembelahan mayang jambe dan buah pinang dan akan diakhiri dengan menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak 3 kali oleh calon mempelai pria.

    5. Membuat Lungkun
    Kedua mempelai dihadapkan dua lembar sirih bertangkai yang kemudian digulung menjadi satu memanjang, setelah itu diikat dengan benang kanteh, lalu diikuti oleh kedua orang tua dan tamu undangan. Prosesi ini bermakna agar kelak jika mendapat rejeki yang berlebihan bisa dibagi kepada sanak saudara.

    6. Berebut uang
    Selanjutnya dilanjutkan acara berebut uang, tata cara prosesi ini dilakukan di bawah tikar dan sambil disawer, maknanya berlomba-lomba dalam mencari rejeki dan disayang keluarga.

    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img
    Stay Connected
    15,908FollowersFollow
    Must Read
    Related News
    - Advertisement -spot_img

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here