- Advertisement -spot_img
33.1 C
Palembang
More
    HomeHealthSerupa Namun Tak Sama, Chia Seed dan Selasih

    Serupa Namun Tak Sama, Chia Seed dan Selasih

    - Advertisement -spot_img

    Chia seed dan selasih masuk ke dalam jenis biji-bijian, sekilas terlihat sama karena jenisnya biji-bijian kecil yang berwarna hitam. Aroma kedua bijian ini pun sangat mirip, tetapi jika di dilihat lebih jelas chia seed dan selasih memiliki perbedaan. Walaupun sama-sama bewarna hitam, tetapi selasih memiliki warna yang lebih pekat dibandingkan dengan chia seed. Selain warna, ada beberapa hal yang berbeda di antara dua biji-bijian ini:

    Asal Tanaman

    Image: idntimes.com

    Sama-sama dari kelompok biji-bijian, chia seed dan selasih berasal dari tanaman yang berbeda. Chia seed berasal dari tanaman yang memiliki nama ilmiah salvia hispanica. Sedangkan biji selasih berasal dari tanaman dengan nama ilmiah ocimun basilicum.

    Kandungan Nutrisi

    Image: Kumparan.com

    Kedua bijian ini sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia karena memiliki nutrisi yang baik. Chia seed memiliki kandungan omega-3 yang cukup tinggi, protein, kalsium, antioksidan dan serat pangan. Selasih kaya akan kandungan besi, kalsium, magnesium, serat dan komponen anti kanker.

    Manfaat

    Image: Klikdokter.com

    Menurut hellosehat.com, chia seed memiliki beberapa manfaat di antaranya ialah mencegah kerusakan sel, menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan kesehatan tulang, menurunkan risiko penyakit jantung, mencegah peradangan kronis dan menurunkan kadar gula darah. Dilansir dari klikdokter.com, selasih memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan usus, menurunkan kolesterol, menurunkan stres oksidatif, membantu menjaga kesehatan hati, menjaga kesehatan kulit dan membantu melawan infeksi.

    Pengolahan

    Chia seed dapat dikonsumsi tanpa diolah atau direndam dengan air. Oleh karena itu, biji chia seed sering digunakan sebagai tambahan yang sehat di berbagai macam sajian makanan. Sedangkan biji selasih harus direndam terlebih dahulu di air selama beberapa menit sampai mengembang, kemudian baru dapat dikonsumsi.

    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img
    Stay Connected
    15,821FollowersFollow
    Must Read
    Related News
    - Advertisement -spot_img

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here